Selasa, 13 November 2012

~ Taktik Sang Spesialis ~

Tatapan matanya tertuju pada benda flat didepannya.
Jari jemarinya sangat mahir memainkan kata demi kata yang diinginkannya.
Satu persatu ditelusurinya orang yang diinginkannya.
Setelah didapatnya, mulailah dengan trik yang sudah sangat dikuasainya.

Awalnya untuk mengisi kekosongan waktunya, lama kelamaan sudah menjadi candu baginya.
Mulailah ia menebarkan ranjaunya.
Merayu dan masuk mengambil simpati lawan bicaranya, mencoba menjadi penasehat bagi masalah-masalah temannya.
Tapi apakah itu yang dihati sesungguhnya?
Hanya sang empunya yang tahu.
Berganti dari satu teman, keteman lainnya, dengan peranan dan kata-kata yang sama.
Terlatih untuk mendoktrin pikiran korbannya demi kepuasan yang diinginkannya.

Adakalanya, kita menganggap apa yang disampaikan orang kepada kita itu adalah yang sebenar-benar tulus dari hatinya, tapi pada kenyataannnya, hanya pengisi waktu luang saja, bagi sebagian orang yang menanggapi dengan serius, akan ada efek yang tidak baik buat perasaannya.

Waktu membuat kita lebih memahami watak dan karakter siapapun.
Taktik sang spesialis dipanahkan pada orang yang dituju, dengan kata-kata yang sama, trik dan modus yang sama. Menutupi kelemahan dengan kemenangan memperdaya orang lain, tapi tidak akan pernah sampai pada apa yang dinamakan bahagia lahir dan batin.




Regards

Maharani





Tidak ada komentar:

Posting Komentar