Angin berhembus kencang, awan gelap menandai turunnya hujan.
Anak manusia itu berpacu dipadatnya lalu-lintas, deru motornya melaju kencang takut hujan mendahuluinya.
Menyalib apapun yang ada didepannya.
Waktu berpihak padanya, tak sampai kuyub kena hujan tubuhnya.
Peluh lelah, hilang,terbasuh sejuknya air yang mengguyur tubuhnya.
Dia melangkah mengambil sajadahnya, sujud memohon ridho Sang Penciptanya.
Laki-laki yang gagah, tak banyak bicara, karena banyak beban dipundaknya.
Sudah lima tahun Ibunya lunglai lemah dikursi rodanya, ayahnya telah lama meninggalkannya.
Segala usaha dilakukannya untuk menyembuhkan ibunya.
Apapun yang dikerjakannya semata untuk kesembuhan wanita yang melahirkannya.
Uang yang didapat habis untuk biaya pengobatan ibunya.
Tapi Allah berkata lain, Dia mengambil manusia ciptaannya.
Sontak sang pria lemah tak berdaya, tatapannya kosong, hampa.
Dia berubah menjadi pria tak beriman yang kehilangan sandaran kasihnya.
Kerjanya berantakan, minuman keras pelariannya, ibadahpun tinggal kenangan saja.
Semangat hidupnya sirna, karena impian untuk kesembuhan ibunya pupus sudah.
Hari berganti bulan, Allah mengutus seorang wanita, yang secara tidak sengaja diserempet olehnya.
Keributan dibalik hikmah, sang wanita iba melihat kondisi sang pria.
Dia berkata, apa yang kamu alami, aku sudah lebih dahulu mengalaminya.
Sakit yang kamu rasa, akan berkurang, jika ilmu Rohani kamu lebih tinggi dari Ilmu-Ilmu yang selama ini kamu pelajari, pria itu tak mendengarkan sedikitpun, dia malah acuh dan pergi berlalu.
Keesokan harinya wanita itu datang lagi, tangannya menarik sipria agar dekat dan mendengar apa yang dikatakannya. Kamu lagi kehilangan curahan kasihmu, minuman bukan penolongmu, teman-temanmu juga bukan penolongmu, mana sholat yang dulu kamu kerjakan, itulah yang akan menuntunmu, mengarahkan kakimu agar tidak masuk ke lubang kotoran, yang mengarahkan mata, hidung, telinga, dan mulutmu untuk tidak melakukan yang tidak benar, agar kamu tidak salah masuk ke jalan yang buntu, lalu kamu keluar, bermohonlah hanya pada Allah, kamu akan mendapatkan apa yang sebenarnya harus kamu lakukan saat ini.
Laki-laki itu terdiam, matanya berkaca, sanubarinya perlahan tersentuh, wanita itu memegang tangannya, dan berkata " Dalam AlQUR'AN kita temui kalimat Jangan dikerjakan yang dilarang ALLAH, aku tidak akan mengkajinya, kalau Allah berkata Jangan, artinya memang tidak boleh, selalu ada hukuman dibaliknya, aku tidak akan membahasnya secara dalam, yang aku mau kamu kembali menjadi kamu yang semula, dan setiap perkataan Allah ditutup dengan arti Maha Benar Allah Dengan Segala Firmannya. Berubahlah........
Wanita itu melepas genggamannya, dan beranjak pergi meninggalkan laki-laki itu.
Pagi berganti malam, sang pria memulai wudhunya, mengangkat takbirnya, kata-kata sang wanita menyentuh nuraninya. Lentera dalam gelap, sinarnya tak seterang lampu sorot, temaramnya mampu menembus jalan gelap hingga sampai ketujuan.
Best Regard
Maharani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar